Pengurus PGRI Provinsi Banten melakukan Rapat Kunjungan kerja ke PGRI kota/kabupaten seBanten, kunjungan yang pertama dilaksanakan adalah di PGRI kota Cilegon, Rapat digelar di gedung PGRI Cabang kecamatan Pulo Merak Kota Cilegon (Jum’at 24/9/2021). ). Peserta dari Pengurus PGRI Provinsi yaitu Ketua H.Muhtadi, M.Pd, Wakil Ketua 2 H.Juanda, S.Pd, Sekretaris H.A.Saipullah, S.Pd, M.Si, Wakil Sekretari 1 Sumarna, S.Pd, Bendahara H.Aryanto, SS, MM, wakil bendahara Hj. Usmiyati, S.Pd dan Sekbid Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Arif Rahman, M.Pd.

Ketua PGRI Kota Cilegon, Humaedi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan PGRI Banten ke kota Cilegon dan dalam kesempatan ini Pengurus PGRI Kota Cilgon mengajak pengurus PGRI Cabang Kecamatan dan perwakilan Guru Honor yang dalam hal ini diwakili oleh pengurus Forum Guru Honor Kota Cilegon agar Pengurus PGRI Provinsi dapat mendengar langsung keluhan, kritikan maupun saran dan masukan dari mereka.

Sementara itu Ketua PGRI Provinsi Banten, H.Muhtadi, M.Pd pada sambutannya mengatakan bahwa dalam kunjungan ini ingin mengetahui dan menyikapi bagaimana kinerja PGRI Kota Cilegon sebagai kekuatan guru baik PNS maupun Honorer yang ada di kota Cilegon, PGRI Prov siap mendampingi dan bersama apabila akan beraudiensi kepada Walikota Cilegon, juga ingin mendengar langsung saran dan masukan bahkan mungkin ada keluhan dari PGRI Cabang Kecamatan, selain itu H.Muhtadi yang biasa di panggil H.Toni ingin mengetahui sampai dimana tentang kesiapan kegiatan dalam rangka HUT PGRI ke 76. H.Muhtadi juga mengajak bersatu, bersinergi dan bersama memperjuangkan dan mensejahterakan anggota PGRI.

“ Perjuangan PGRI tidak akan terwujud apabila tidak ada dukungan dan persatuan dari para anggota.” Ujar Ketua PGRI Banten, H.Muhtadi

Pada kesempatan yang sama ketua Forum Komunikasi Guru Tenaga Honor (FKGTH) kota Cilegon, Somy menyampaikan serta memohon agar PGRI Prov Banten dapat membantu  para guru honorer tentang permasalahan seleksi PPPK terutama pada persoalan secara teknis dengan nilai pasinggrade yang sangat tinggi, dimana soal atau modul yang dihadapi tidak sesuai dengan yang di pelajari yang materinya didapat dari Dindik Kota Cilegon.
“ Kami mohon kepada PGRI Prov banten dapat mengakomodir atau menyampaikan keluhan kami ini kepada pemangku kebijakan yaitu Walikota, Gubernur, sampai ke pemerintah Pusat untuk melakukan negosiasi dan mencari solusi yang terbaik untuk kami sebagai guru tenaga honor,” Ungkap ketua FKGTH kota Cilegon, Somy.

Selain itu Somy juga menyampaikan telah mengajukan kepada Walikota Cilegon untuk diberikan Honor selain dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diberikan juga dari anggaran daerah/honorer daerah sebesar 400 ribu per bulan, dibandingkan guru honorer SMP yang sudah memilki SK Walikota yang mendapat honor lebih daripada guru honor SD.

“ Kami sudah mengajukan, dan Alhamdulillah perjuangan FKGTH dibantu PGRI melakukan negosiasi dengan para pemangku kebijakan  menghasilkan keputusan akan diberikan tambahan honor sebesar 2 juta perbulan namun hanya untuk 420 guru honor, dari 800 lebih guru honor yang diajukan dan untuk sisanya  InsyaAllah akan menyusul secara berkala,” Kata Somy.

Selanjutnya Somy juga mengatakan bahwa para guru honorer atau  FKGTH kota Cilegon siap membantu,  bersinergi dan mendukung kegiatan serta program-program PGRI karna FKGTH adalah anggota PGRI.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Ketua  FKGTH kota Cilegon tentang PPPK, Ketua PGRI Provinsi Banten, H.Muhtadi, M.Pd menjelaskan sedang diperjuangkan, karena dalam hal ini adalah kebijakan Pemerintah Pusat dan PGRI tidak perna berhenti berjuang  terutama untuk kesejahteraan guru honor PGRI Banten selalu berkomunikasi dengan PB PGRI.

“ PGRI Banten siap menjadi garda depan demi kesejahteraan, menyikapi masalah PPPK, PGRI tidak diam dan terus berjuang untuk guru Honor, saya selalu berkomunikasi dengan ketua umum PB Ibu Unipah,” ucap H.Muhtadi. (Helmi)